Tabel Routing (table routing)
adalah tabel yang berisi informasi keberadaan network,baik network yang terhubung langsung (Directly connected network) maupun Network yang tidak tehubung langsung (Remote Network). Tabel ini juga berisi informasi bagaimana cara router tersebut mencapai suatu network. Tabel routing ini sangat penting karna di gunakan router sebagai pedoman untuk mengirim setiap paket data yang di terimanya.Informasi dalam tabel routing berupa baris-baris network address yang di sebut Entry Route.
Dalam setiap entry route juga telah ada informasi tentang interface mana yang dapat di gunakan router untuk mengirim paket data. Jika router menerima paket data,maka router akan memeriksa IP address tujuan (Destination Address) dari paket tersebut router kemudian mencocokanya dengan network address yang ada di setiap Entry di tabel routing, bila ada entry yang cocok maka router akan meneruskan paket tersebut ke interface yang di gunakan untuk mengirimkan paket tersebut. Interface yang di gunakan untuk meneruskan paket di sebut Exit interface atau outgoing interface,namun jika tidak ada entry yang cocok maka router akan membuang paket tersebut. Ada 4 kategori Entry dalam tabel Routing.
Entry Tabel Routing
Directly Connected Network: Entry ini akan muncul pada saat
interface router diaktifkan dan di konfigurasikan IP address ,Entry Directly
Connected akan memiliki label C.
Static Routes: Entry ini adalah Entry yang di isi manual
oleh administrator jaringan,sehingga jiak ada perubahan jaringan maka entry ini
juga harus di ubah secara manual juga,Enry Static Route akan memiliki label S.
Dynamic Routes: Entry ini adalah entry yang akan muncul
karna hasil pertukaran Informasi Routing dari beberapa Router,Pertukaran
Informasi routing akan menggunakan Routing Protocol .Entry ini tidak di isi
secara manual Oleh administrator jaringan ,administrator jaringan hanya perlu
Meng-Aktifkan routing Protocol dan Network yang kan di Routing,Entry Dynamic
Route ini akan Memiliki label D 3.
Default Routes: Entry ini di gunakan untu menentukan kemana Sebuat paket akan di kirimkan jika alamat tujuan dari paket tidak terdapat pada table Routing,Entry default Routes ini bisa di konfigurasikan Secara manual(Static) ataupun di dapat dari pertukan Informasi dari Routing Protocol (Dynamic). Entry default Route merupakan Entry dengan Nilai parameter DstAddress=0.0.0.0/0 ,Jika di konfigurasikan Secara Static maka Default Route akan memiliki label S.
Didalam tabel routing juga terdapat beberapa informasi.
Informasi Tabel Routing
Dst.Address: Informasi yang ada dalam kolom ini menunjukan
network tujuan (destination) yang dapat di jangkau oleh Router tersebut.
Pref-Src: Informasi yang ada di kolom ini akan menunjukan
alamat IP address yang di gunakan oleh Router sebagai Field IP Address
Pengirim.
Gateway: Kolom ini akan menunjukan cara router tersebut
menjangkau network yang ada di kolom Dst.Address, biasanya berupa Interface
maupun IP Address dari router tetangga yang dapat di gunakan untuk mencapai
Remote Network.
Distance: Kolom ini menunjukan nilai Administratif distance
(AD). Nilai AD dapat menunjukan apakah entry tersebut di dapat router dari
static routing maupun dynamic, sekaligus dapat di gunakan untuk melihat jenis
protocol yang di gunakan. Ini juga dapat digunakan untuk melihat apakah entry
tersebut merupakan Directly Connected Network.
Protocol routing
adalah cara router
mengambil keputusan untuk menentukan kemana paket akan dikirim. Protocol
routing akan digunakan oleh router yang menggunakan dynamic routing. Protocol
routing akan bertukar tabel routing dengan router lain yang menggunakan routing
dynamic. Jadi jika terjadi perubahan pada jaringan tersebut,maka protocol ini
akan otomatis memberi tahu semua router yang ada di jaringan tersebut. Protocol
routing juga mempunyai beberapa jenis.
Jenis Jenis Protocol Routing
RIP (Routing Information Protocol)
RIP merupakan kependekan dari Routing Information Protocol.
Protokol ini memberikan update routing table berdasarkan router yang terhubung
langsung, Kemudian router selanjutnya akan memberikan informasi mengenai router
selanjutnya yang terhubung dengan router terebut. Dan informasi yang ditukarkan
oleh RIP ini adalh Host, Network, Subnet, rute default. Update routing
dilakukan tiap 30 detik. Protokol ini biasanya digunakan dalam jaringan LAN dan
WAN karena itu protokol ini dikategorikan sebagi Interior Gateway Protocol.
Sampai saat ini, RIP telah diadaptasi untuk digunakan pada jaringan IPv6 yang
dikenal sebagi standar RIPng.
IGRP (Interior Gateway Routing Protocol)
IGRP merupakan singkatan dari Inferior Gateway Protocol. Protocol ini dikembangkan pada pertengahan tahun 80-an oleh Cisco System Inc. Dengan tujuan utama untuk menyediakan protokol yang kuat untuk routing dalam sistem otonomi (Autonomous Systems). IGRP melakukan routing dengan berdasarkan jarak secara matematis. Karena itu, IGRP mempertimbangan bandwith, delay, beban dan keandalan sebelum mengambil keputusan rute mana yang akan ditempuh untuk mengalirkan data.
OSPF (Open Short Path First)
OSPF adalah kepanjangan dari Open Short Path First. Protokol
ini adalah sebuah protokol standar terbuka yang mungkin telah diterapkan pada
sejumlah vendor jaringan. OSPF bekerja dengan menggunakan sebuah algoritma yang
disebut sebagai algoritma Dijikstra. Pertama-tama, sebauh shortest path tree
akan dibangun, kemudian routing table akan diisi dengan rute-rute terbaik yang
dihasilkan dari tree tersebut. OSPF hanya bekerja pada routing Internet
Protocol saja.
IS-IS (Intermediate System – Intermediate System)
IS-IS merupakan link state routing protocol yang termasuk
dalam kategori IGP (Interior Gateway Protocol). IS-IS menggunakan algoritma
Dijkstra seperti OSPF untuk menentukan jalur routing. Pada IS-IS juga terdapat
konsep area seperti OSPF, namun area pada IS-IS berbeda dengan area pada OSPF.
Jika pada OSPF, antar area dipisahkan oleh interface yang berbeda area, maka
pada IS-IS, antar area dipisahkan oleh link yang menghubungkan router pada area
satu dengan router pada area lain. Dengan kata lain, satu router hanya akan
memiliki satu area, namun satu area bisa terdapat beberapa router.
EIGRP (Enchanced Inferior Gateway Protocol)
EIGRP atau Enchanced Inferior Gateway Protocol merupakan
pengembangan dari IGRP. EIGRP masih melakukan routing berdasarkan jarak yang
dihitung secara matematis. Protokol ini hanya terdapat pada router Cisco. EIGRP
digunakan pada router untuk berbagi jalur dengan router lain pada sistem otonom
yang sama. EIGRP hanya mengirim update incremenntal sehingga mengurangi beban
kerja pada router dan jumlah data yang harus dikirimkan.
BGP (Border Gateway Protocol)
BGP atau Border Gateway Protocol merupakan backbone dari
jaringan internet dunia karena ia adalah inti dari protokol routing
internet.BGP berjalan dengan cara memetakan sebuah tabel Internet Protocol yang
merujuk ke jaringan yang dapat dicapai antar Autonomous Systems. BGP tidak
menggunakan metrik IGP tradisional, namun membuat keputusan mengambil rute
berdasarkan jalur, kebijakan jaringan, dan ruleset. Saat ini yang masih
digunakan adalah BGP versi ke 4.
Class Di Protocol Routing
Distance vector: Ini merupakan protocol jenis kategori class
yang akan menentukan rute terbaik ke sebuah jaringan berdasarkan jarak tempuh
rutenya. Rute routing dengan jarak singkat ke jaringan yang dituju akan menjadi
pilihan jalur terbaik.
Link state: Biasa disebut juga protocol shortest-path-first.
Fungsi routing table pada router yang menerapkan protokol jenis ini cukup unik,
karena fungsi dari tabel routing tersebut terbagi menjadi tiga tabel terpisah.
Satu untuk mencatat perubahan dari network-network yang terhubung secara
langsung, satu lainnya untuk menentukan topologi dari keseluruhan internetwork,
dan satu tabel terakhir digunakan sebagai tabel routing.
Hybrid: Contoh protokol yang termasuk ke dalam class ini
menggunakan aspek-aspek dari routing protokol jenis distance-vector dan routing
protocol jenis link-state.
Kesimpulan
Protocol Routing adalah suatu aturan untuk melakukan
pertukaran informasi routing yang nantinya akan membentuk sebuah Routing Tabel
sehingga pengalamatan pada paket data yang akan dikirim menjadi lebih jelas dan
Routing Protocol akan dapat mencari rute tersingkat untuk mengirimkan paket
data menuju alamat yang dituju.
Comments
Post a Comment