Pendahuluan :
Membangun RT/RW Net adalah suatu konsep dimana beberapa komputer dalam suatu perumahan atau blok dapat saling berhubungan dan dapat berbagi data serta informasi. Konsep lain dari RT/RW Net adalah memberdayakan pemakain internet dimana fasilitas internet tersedia selama 24 jam sehari selama sebulan dimana biaya yang akan dikeluarkan akan murah karena semua biaya pembangunan infrastruktur, operasional dan biaya langganan akan ditanggung bersama. Konsep RT-RW-Net sebetulnya sama dengan konsep Warnet, pemilik warnet akan membeli atau menyewa pulsa atau bandwith dari penyedia internet / ISP (Internet Service Provider) misalkan Telkom, Indosat atau Indonet, lalu dijual kembali ke pelanggan yang datang menyewa komputer untuk bermain internet baik untuk membuka Email, Chating, Browsing, Main Game dll. RT/RW Net termasuk murah dibandingkan dengan warnet
RT/RW-Net
Membangun RT/RW Net adalah suatu
konsep dimana beberapa komputer dalam suatu
perumahan atau blok dapat saling berhubungan
dan dapat berbagi data serta informasi. Konsep
lain dari RT/RW Net adalah memberdayakan
pemakain internet dimana fasilitas internet
tersedia selama 24 jam sehari selama sebulan
dimana biaya yang akan dikeluarkan akan murah
karena semua biaya pembangunan infrastruktur,
operasional dan biaya langganan akan
ditanggung bersama.
Konsep RT-RW-Net sebetulnya sama
dengan konsep Warnet, pemilik warnet akan
membeli atau menyewa pulsa atau bandwith dari
penyedia internet / ISP (Internet Service
Provider) misalkan Telkom, Indosat atau
Indonet, lalu dijual kembali ke pelanggan yang
datang menyewa komputer untuk bermain
internet baik untuk membuka Email, Chating,
Browsing, Main Game dll. RT/RW Net
termasuk murah dibandingkan dengan warnet,
sebagai ilustrasi dengan menyewa komputer di
Warnet dengan Rp.3.500/jam. Asumsikan
menyewa selama 4 jam perhari maka biaya yang
akan dikeluarkan selama sebulan adalah Rp.
420.000. Bandingkan dengan RT/RW net
dengan asumsi berlangganan Speedy untuk
besaran bandwith 384Kb yang harganya Rp.
750.000 perbulan. Maka jika jumlah warga yang
bergabung misalkan 10 orang maka sebulan
warga hanya akan membayar kurang lebih
75.000. Biaya tersebut termasuk sangat murah
karena pelanggan akan bebas menggunakan
internet selama 24 jam sehari selama sebulan
penuh.
Perangkat hardware dan software yang semakin mahal apalagi di saat krisis ini bagaimana mencari sumber daya yang murah dan baik untuk menghadapi era tekhnologi informasi yang pesat. Oleh karena itu kebutuhan akan hardware yang murah dan solusi untuk mendapatkan koneksi internet yang murah sangat diinginkan oleh masyarakat. Perkembangan ini menuntut pula para pengusaha dan para penyedia jasa untuk mencari solusi alternatif dalam menghadapinya, yang mau tidak mau harus dihadapinya, ataupun para peneliti utuk mengembangkan peralatan maupun system yang dapat di pakai untuk masyarakat. Lagi-lagi untuk mencapai tujuan itu diperlukan kajian yang mendalam dan berkelanjutan untuk menentukan spesifikasi yang terbaik dan termurah. Sehingga tidak menguras dompet pemakai apalagi di saat krisis moneter yang melanda negeri ini.
Sejak masa perkembangan tekhnologi komputer, teknologi Wifi sudah semakin marak dalam penggunaan sehari-hari, baik komunikasi antar perkantoran maupun untuk komunikasi personal. Di dalam perkantoran digunakan untuk membuat jaringan antar gedung. Sedangkan untuk kebutuhan personal biasanya digunakan untuk menghubungkan antara BTS suatu penyedia internet dengan komputer personal yang ada di rumahnya. Semakin berkembangnya kebutuhan akses internet di masyarakat maka muncul dan maraknya akses internet murah yang biasa di sebut “RT RW net”. Dari permasalahan di atas maka perlu dikembangkan suatu perancangan dan pembuatan system yang dapat menyediakan sarana koneksi internet antar warga.
Koneksi internet antar warga tersebut sering disebut sebagai jaringan RT RW net. Alternatif mengakses jaringan Internet sebetulnya cukup beragam, dimulai dari yang paling mudah dan murah yaitu dengan menggunakan saluran telepon yang biasanya sudah ada di setiap rumah golongan menengah ke atas. Hanya sayangnya, pihak Telkom tidak berpikir untuk mempermudah dan mempermurah fasilitas ini, walaupun sudah terlihat produk Telkom seperti Telkomnet Instan yang memudahkan pengguna Internet, tetapi dilihat dari sisi biaya, cukup tinggi dan belum terjangkau oleh banyak lapisan. Dengan biaya Rp 165,- per menit, satu jam akses ke Telkomnet Instan harus membayar sekitar sepuluh ribu Rupiah dan jika rata-rata sehari dipakai satu jam, dalam satu bulan sudah harus mengeluarkan biaya sekitar tiga ratus ribu. Penggunaan satu jam sehari ini sudah sangat Jurnal Teknologi Informasi DINAMIK Volume XIII, No.2, Juli 2008 : 98-114 ISSN : 0854-9524 Internert Murah dengan Membangun Jaringan RT-RW Net 99 minim, karena pada saat ini aplikasi di Internet masih jarang dan hanya tergantung pada pemakaian e-mail, belum ke Internet banking, belum ke program yang bisa meningkatkan produktifitas serta entertainment (game on line) yang sudah merambah berbagai negara. Patokan dua sampai tiga ratus ribu per bulan, diambil dari kemampuan golongan ekonomi menengah ke atas untuk bisa mendapatkan pelayanan akses Internet, yang pada akhirnya akan membuat efisien pekerjaan yang dilakukan hari perhari.
Jika diberlakukan pembebanan biaya sekitar dua ratus ribu Rupiah per bulan, sebenarnya dapat dilakukan penghematan dalam banyak hal, misalnya dapat menghemat biaya telekomunikasi, seperti SLJJ atau SLI, jika kerabat berada di luar negeri, juga dapat menghapuskan biaya langganan koran dan majalah, karena informasi ini sudah ada dan bisa dilihat di Internet. Dari seluruh aspek ini, nilai tambah mengakses Internet akan lebih terlihat untuk anak didik sekolah, karena mereka bisa berinteraksi dengan sesamanya yang tidak terbatas pada satu kota atau negara, mereka akan lebih mudah berkomunikasi, bisa lebih sering memanfaatkan kemampuan bahasanya dan yang lebih menarik, mereka bisa mengaktualisasikan dirinya di lingkungan internasional, bukan hanya kelas satu kota saja. Selain anak-anak, bapak dan ibu juga bisa memanfaatkan akses Internet 24 jam, 365 hari setahun dengan lebih leluasa, tidak perlu memikirkan biaya yang akan membengkak secara tiba-tiba.
Mereka bisa dengan leluasa
memeriksa uang di bank-nya, melakukan
transaksi pada perusahaan yang memang
membutuhkan akses Internet, seperti bisnis
MLM, lelang di Internet atau lainnya.
Untuk mengisi waktu luang, seluruh isi
rumah dapat memanfaatkan jaringan Internet
untuk main games yang sangat beragam dan
makin lama makin bervariasi, atau bisa chatting
dengan siapa saja di seluruh peloksok dunia.
Main games saat ini tidak hanya melawan
komputer, dengan masuk ke jaringan Internet,
dapat bermain games dengan siapa saja yang
berada di server, baik dari Indonesia, maupun
dari Amerika.
Pada saat ini, penggunaan Internet di
Indonesia masih sangat minim, karena aplikasi
di server komputernya masih sangat terbatas.
Detik.com salah satu portal berita, merupakan
salah satu pionir dalam mengisi jaringan Internet
di Indonesia, dimana mereka bisa sukses karena
keberadaannya kebetulan dengan maraknya
kejadian-kejadian disekitar kerusuhan 1998.
Tahun sulit tersebut merupakan berkah bagi
detik.com, karena semua orang ingin
mengetahui perkembangan terakhir dari
Indonesia yang sedang kacau balau dan mereka
bisa menyajikan semuanya dengan cepat, tepat
dan dapat dipercaya.
Rumusan Masalah :
Dalam penelitian ini dapat diangkat rumusan masalahnya adalah bagaimana caranya merancang dan membuat jaringa RT RW net dalam suatu kawasan, agar dapat digunakan sebagai solusi koneksi internet secara murah.
TUJUAN PENELITIAN :
Tujuan lain dari RT/RW Net ini adalah membuat semacam Intranet yang berisi berbagai macam informasi tentang kegiatan yang ada di lingkungan sekitar. Dengan tersambungnya rumah-rumah ke jaringan Internet secara terusmenerus dan tidak terputus, maka bisnis internet diharapkan akan semakin marak termasuk pemanfaatan internet untuk pembayaran tagihan telpon, listrik, pengecekan Saldo Bank , pemesanan tiket Pesawat dll. Turut serta dalam pengembangan internet murah di masyarakat. Membangun komunitas yang sadar akan kehadiran teknologi informasi dan internet. Sharing informasi dilingkungan RT/RW sehingga masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan disekitarnya. Mempromosikan setiap kegiatan masyarakat RT/RW ke Internet sehingga komunitas tersebut dapat lebih di kenal dan bisa dijadikan sarana untuk melakukan bisnis internet.
METODE PENGEMBANGAN SISTEM
Metode yang digunakan untuk membuat atau mengembangkan piranti keras ini adalah model prototype (Pressman, 1992). Metode ini merupakan metode pengembangan sistem dimana hasil analisa per bagian langsung Jurnal Teknologi Informasi DINAMIK Volume XIII, No.2, Juli 2008 : 98-114 ISSN : 0854-9524 100 Internert Murah dengan Membangun Jaringan RT-RW Net diterapkan kedalam sebuah model tanpa harus menunggu seluruh sistem selesai dianalisa. Adapun tahap-tahap dalam metode ini adalah:
- Analisa Pada tahap ini kegiatan yang dilakukan adalah menganalisa keperluan yang terdapat pada masalah yang ada. Peneliti mendefinisikan obyek keseluruhan dari perangkat keras dan mengidentifikasi segala kebutuhan yang diperlukan.
- Desain Pada tahap ini kegiatan yang dilakukan adalah membuat model atau prototype dan dari permasalahan yang ada. Titik beratnya dalam hal ukuran dan pemilihan bahan yang sesuai.
- Pembuatan Perangkat Pada tahap ini kegiatan yang dilakukan adalah pembuatan perangkat secara keseluruhan dan rencana pemecahan masalah. Pada tahap ini dilakukan implementasi dari pemilihan dan perhitungan dalam bentuk yang sebenarnya. Hasil dari tahapan ini adalah sebuah perangkat yang siap untuk diujikan
- Evaluasi Pada tahap ini merupakan kegiatan evaluasi terhadap prototype atau model yang sudah dibuat. Bila ada bagian-bagian yang tidak sesuai dengan keinginan maka perlu dirubah. Prototype tersebut dievaluasi di lapangan.. Iterasi yang terjadi pada saat prototyping memungkinkan peneliti untuk di sesuaikan dan di buat ulang sehingga dapat hasil yang maksimal.
- Hasil Pada tahap ini merupakan hasil dari prototyping atau model akhir yang telah dibuat dengan hasil yang paling optimal.
ANALISA
Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menggalang tetangga untuk ikut membangun RT-RW-Net, tanya-tanya ke tetangga kiri, kanan, belakang kiri, belakang kanan dan belakang (totalnya enam rumah), karena enam rumah ini dapat diakomodasi oleh switch yaitu perangkat pembagi sinyal Internet yang terdiri dari 8 port. Jika sudah ada enam rumah yang akan disambung ke Internet, akan lebih mudah melakukan instalasinya, kalau kurang dari enam, sebaiknya meyakinkan dulu tetangga yang ada. Pada saat ini hub di atas sudah tidak di produksi lagi, harus menggunakan switch yang harganya sama dengan hub tapi kecepatannya bisa 100Mbps.
Kesulitan utama pembangunan RT-RWNet adalah mengumpulkan orang (peserta RTRW-Net) yang tidak dapat dipastikan, terkadang awalnya ada tetangga yang begitu bernapsu untuk bisa nyambung ke Internet dengan jaringan RT-RW-Net, tapi pada saat diminta uangnya, yang bersangkutan pura-pura tidak mengerti dan bisa bilang nanti dulu. Demikian juga rumah-rumah yang tidak ditempati, karena hanya untuk investasi saja atau hanya untuk ditinggali sekali- sekali. Jadi, konsep RT-RW-Net adalah konsep kebersamaan dalam penyelenggaraan penyediaan jaringan Internet, mulai dari berembuk untuk mencari peminat, mencari jalan untuk mengakses ISP dan akhirnya membangun jaringan serta merawatnya. Jika semuanya dilakukan bersama-sama, maka biaya yang akan ditanggung akan menjadi murah dan terjangkau, persis seperti mengakses Internet di Amerika yang hanya sekitar USD 30 setiap bulannya, dengan kecepatan sampai 512Kbps. Keterlibatan seluruh warga menentukan keberhasilan pembangunan jaringan ini, kalau warganya cuek dan tidak mau berpartisipasi, jaringan RT-RW-Net ini masih tidak bisa berkembang atau malah tinggal sejarah saja. Ketua RT atau RW juga bisa berperan untuk mengakomodasi kepentingan seluruh warga dengan perangkat ijin setempat.
Pemikiran untuk membangun jaringan RT-RW-Net mulai dari 6 rumah adalah dari segi ke praktisan, karena dengan 6 rumah biaya pembangunan yang harus ditanggung kira-kira : Totalnya sekitar Rp 3.000.000,- dibagi 6 rumah menjadi sekitar Rp 500.000,- setiap rumahnya. Nilai ini nantinya masih harus ditambah dengan investasi perangkat untuk mengakses Internet, dimana langkah berikutnya setelah terkumpul 6 rumah, adalah mencari akses ke ISP terdekat, baik dengan menggunakan kabel maupun teknologi nirkabel yang lebih murah karena tidak perlu bayar langganan ke Telkom. Biaya Investasi Yang Dibutuhkan Untuk pendirian RT/RW Net ini, ada 2 biaya yang akan dikeluarkan yakni biaya investasi awal dan biaya iuran perbulan. Biaya investasi awal adalah biaya yang hanya dikeluarkan sekali yakni biaya untuk pembangunan infrastrukur. Sedangkan biaya iuran bulanan dan biaya operator adalah biaya yang akan dikeluarkan setiap bulan untuk membayar ke penyedia internet dimana besaranya akan tergantung dari besar bandwith atau kapasitas saluran yang akan disewa. Besaran biaya untuk iuran bulanan ini juga tergantung dari banyaknya pelanggan yang tergabung. Untuk koneksi Internet direncakan akan menggunakan jasa layanan Telkom yakni Speedy walau terkadang agak lambat untuk jam – jam tertentu.
Yang termasuk biaya investasi awal adalah biaya untuk pembuatan Netwotk (jaraingan) antar RT/RW dan biaya penyediaan perlengkapan untuk pemakai/warga yang ingin bergabung. Yang termasuk biaya yang akan dikeluarkan oleh calon pelanggan untuk pemenuhan perlengkapan adalah pembelian Komputer/Notebook, Wireless Card dan Antena Penerima Jurnal Teknologi Informasi DINAMIK Volume XIII, No.2, Juli 2008 : 98-114 ISSN : 0854-9524 106 Internert Murah dengan Membangun Jaringan RT-RW Net Untuk memulai proyek RT/RW Net harus ada tempat yang akan dijadikan sebagai Central (server) RT/RW-Net yakni tempat untuk mengelola system jaringan atau tempat akan diletakanya server perangkat modem, Billing Server, Access Point dan Switch dan juga sebagai tempat untuk mendistribusikan koneksi internet keseluruh pelanggan /rumah setiap anggota. Untuk mendistribusikan koneksi internet keseluruh pelanggan maka ada dua cara yang umunya ditempuh yakni dengan menggunakan sistem kabel (UTP) dan sistem Wireless (Gelombang Radio). Dengan berbagai pertimbangan termasuk letak rumah para pelanggan yang tersebar maka sistem kabel tidak akan efisien jika harus menarik satu kabel kesetiap pelanggan/rumah karena jarak serta kontur tanah yang tidak rata.
Dengan pertimbangan efesiensi dan efektifitas termasuk kemudahan maintenance maka kami usulkan untuk menggunakan system Wireless ketika akan mendistribusikan koneksi internet kesetiap rumah termasuk pembentukan sistem jaringan komputer atau Local Area Network (LAN). Langkah Yang Dilakukan Seperti sudah disinggung di bagian sebelumnya, bahwa ada dua hal teknis yang harus dipikirkan untuk pembangunan jaringan RT-RW-Net. Pertama harus dipikirkan teknologi yang dipakai untuk mengakses ke ISP, dalam contoh nyata, menggunakan teknologi leased channel yang di sediakan oleh Telkom. Kedua juga harus memilih teknologi yang tepat untuk mendistribusikan sinyal Internet ke tetanggatetangga sekitar, terutama segi biaya yang harus menjadi dasar pertimbangannya. Setelah terkumpul minimal enam orang, langkah pertama yang dilakukan adalah mencari ISP (Internet Service Provider) yang bersedia untuk menyediakan langganan. Biasanya, biaya yang ditentukan oleh mereka sekitar empat juta Rupiah setiap bulan, dengan biaya registrasi antara lima ratus ribu sampai satu setengah juta Rupiah. Kalau memungkinkan mencari ISP yang tidak terlalu jauh, sehingga solusi yang akan coba dijalankan tidak terlalu sulit dan biayanya tidak terlalu mahal.
Masing-masing teknologi mempunyai kelebihan dan kekurangannya, dan semuanya bisa dipakai secara bersama-sama dalam rangka menghemat biaya pembangunan jaringan itu sendiri. Untuk membangun RT-RW-NET yang profesional, maka selain Perangkat keras dan akses internet yang dibutuhkan, juga Aplikasi Jaringan lain seperti DNS Server, Hosting kalo diperlukan, Router, Bandiwdth manajemen, Radius Server, Billing System Dll. Jurnal Teknologi Informasi DINAMIK Volume XIII, No.2, Juli 2008 : 98-114 ISSN : 0854-9524 Internert Murah dengan Membangun Jaringan RT-RW Net 107 Faktor utama yang harus diperhatikan adalah memahami konsep sebuah jaringan RTRW-NET. Yaitu memberikan akses internet cepat dengan harga merakyat, ini yang jadi tantangan, karena ada beberapa faktor yang harus di analisa.
- Bandwidth Internasional di Indonesia masih sangat mahal, Apalagi dengan koneksi FO. Harus pintar-pintar mengelola bandwidth ini.
- Infrastruktur yang harus dibangun. Makanya dalam mengembangkan RT-RW-NET ini lebih baik pendekatan pada swadaya masyarakat. resikonya harus melakukan marketing edukasi terhadap calon pelanggan agar mau membuat arisan bandiwdth :).
- Kebutuhan pengguna Internet yang semakin meningkat, bukan hanya E-mail, browsing, atau chating. Akan tetapi lebih kepada realtime streaming,Peer to peer download dan Teleconference, semuanya membutuhkan koneksi Internet yang stabil dan handal.
- Feature yang semakin pesat, membutuhkan juga bandwidth yang stabil Bandwidth Adalah ukuran lebar jalur data / Internet yang biasanya diberikan nilai satuan bits. Bits adalah nilai karakter terkecil dari satuan binary. (0 dan 1). sedangkan besar sebuah paket biasanya diberikan nilai satuan Byte. 1 Byte = 8 bits Pada dasarnya harga koneksi internet saat ini lebih banyak dikategorikan berdasarkan bandwidth, terutama Internet Dedicated. Sehingga analisa Bandwidth sangat erat hubungannya dengan nilai uang yang harus dikeluarkan. Di Indonesia, ada dua jenis jalur bandwidth. Link Internasional, disediakan oleh ISP-ISP melalui jalur satelite, atau Fiber optic. Harganya sudah tetntu berbeda,akses satelite lebih rendah dengan resiko Latency yang lebih tinggi. Link IIX / Local, jalur yang salah satunya berpusat di gedung cyber jakarta, yang menghubungkan semua ISP yang berada di indonesia. Harganya relatif lebih murah. Untuk akses yang stabil dan harga merakyat, dapat mencoba downstream only, atau kerjasama dengan ISP terdekat. Dalam meramu bandwidth untuk akses RT-RW-NET, dapat menganalisa sebuah warnet, setiap client pada jaringan akan saling share / membagi bandwidth dengan random. sehingga untuk bandwidth 64 kbps dapat dishare secara optimal pada penggunaan aktif standard untuk 10 komputer. Ingat artian aktif dalam sebuah jaringan adalah pada saat user melakukan aksei download setelah klik link Internet atau saat upload. Sedangkan biasanya pengguna Internet mempunyai jeda waktu membaca, sehingga pengguna lain akan memperolah bandwidth yang maksimal saat itu. apabila bandwidth 64 kbps seharga Rp.4000.000,-/bulan, maka apabila di share untuk 10 pengguna, setiap orang akan membayar sekitar Rp.400.000,-/bulan untuk bandiwdth. Dalam pengaturan ini, dapat diberikan nilai CIR /jaminan bandwidth minimal sebesar 6,4 kbps pada saat semuanya Benar-benar aktif. Pengaturan ini harus dilakukan, dan menggunakan aplikasi Bandwidth manajemen, baik HTB maupun CBQ. Maping Area Area geografis Indonesia berbeda-beda di setiap tempat, sehingga permasalahan yang satu akan berbeda dengan permaslahan yang lain.
- Untuk membangun jaringan RT-RW Net, dibutuhkan jumlah pelanggan yang banyak
- Kesulitan untuk mendapatkan pelanggan, karena masih mahalnya investasi komputer
- Masyarakat Indonesia, kebanyakan masih belum memerlukan akses Internet.
- “Pengorbanan” penyelenggara RT-RW-Net baru bisa terlepas setelah lebih dari satu tahun 5
- Untuk didapatkan biaya yang lebih murah, harus menunggu harga perangkat sehingga bisa terjangkau
Comments
Post a Comment